Rutin Minum Jus Bayam dan Nikmati Ragam Khasiatnya

Crocktees, Jakarta – Menikmati sayur mentah, matang, dan bayam dalam bentuk jus bisa dilakukan dengan banyak cara. Jus bayam kini populer di kalangan pelaku diet sehat karena sederhana namun tetap memberikan nutrisi penting bagi tubuh.

Konsumsi jus bayam secara teratur akan memenuhi asupan protein, vitamin, dan mineral harian Anda. Berikut beberapa manfaat minum jus bayam secara rutin menurut Medical Daily.

Mengontrol Gejala Diabetes Bayam merupakan sumber antioksidan yang sangat baik, terutama karena mengandung asam alfa lipoat yang membantu meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Konsumsi jus bayam secara teratur dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi penderita diabetes karena mengurangi risiko pengembangan neuropati perifer dan menurunkan kadar glukosa darah.

Menjaga penglihatan Mengonsumsi jus bayam secara rutin dapat membantu meningkatkan penglihatan karena mengandung beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin dalam jumlah tinggi. Ketiga faktor tersebut berperan dalam perkembangan penglihatan, khususnya perkembangan makula. Makula membantu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata sehingga mengurangi risiko kerusakan mata.

Mengurangi jerawat dan menyehatkan rambut. Mengonsumsi jus bayam secara rutin dapat membantu meremajakan jaringan tubuh, terutama rambut dan kulit, dengan menjaganya tetap terhidrasi dengan baik. Kaya akan antioksidan, jus bayam akan menjaga kesehatan kulit Anda. Selain itu, jus bayam juga kaya akan vitamin A, B, dan C yang merangsang pertumbuhan rambut dan meningkatkan ketebalannya.

Pencegahan kanker Kanker dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk efek karsinogenik amino heterosiklik. Kanker ini berasal dari bagian makanan yang gosong yang dimasak dengan suhu tinggi. Tingginya kadar klorofil dalam jus bayam secara efektif dapat mencegah asam amino penyebab kelainan pada sel yang nantinya dapat berubah menjadi kanker.

Tidak membuat Anda lelah atau lesu, baik melakukan pekerjaan rumah tangga atau melakukan banyak tugas normal yang membosankan, kandungan vitamin dan mineral yang tinggi dalam jus bayam membantu tubuh pulih dan bangkit kembali. Berkat komponen magnesium dan folat dalam jus bayam, keseimbangan tubuh secara keseluruhan tetap terjaga 100 persen.

Pilihan Editor: 4 Suplemen Vitamin K, Dari Bayam hingga Delima

Selain terapi obat, terapi psikologis kurang penting dalam mendukung anak menjalani kemoterapi kanker. Baca selengkapnya

Guru Besar FKUI membantah biopsi kanker prostat menyebabkan penyakitnya semakin parah. Dia pun membeberkan faktanya. Baca selengkapnya

Pakar THT menjelaskan beberapa gejala kanker lidah yang patut diwaspadai. Salah satunya adalah munculnya sariawan yang menetap. Baca selengkapnya

Suami Bangalan Madurai menjual tanah untuk membeli modal membeli sabu. Tujuannya untuk melunasi hutang operasi kanker istrinya. Baca selengkapnya

Dokter mengatakan penyebab kanker pada anak dan orang dewasa berbeda. Ketahui penyebab dan gejala kanker pada anak. Baca selengkapnya

Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua sumber karbohidrat baik atau buruk bagi penderita diabetes. Baca selengkapnya

Alice Knorr Didiagnosa Mengidap Kanker Sarkoma, Apa Itu? Apa saja gejalanya? Baca selengkapnya

Kanker kelenjar ludah adalah suatu kondisi dimana tumor ganas yang menyerang kelenjar ludah tumbuh di dalam atau dekat mulut. Baca selengkapnya

Kehadiran bromat dalam air minum kemasan beredar di media sosial. Baca selengkapnya

Meski rumit, ada lebih banyak pilihan pengobatan untuk beberapa jenis kanker. Jenis kanker berikut ini dikatakan memiliki lebih banyak pilihan pengobatan. Baca selengkapnya

Aktris Poonam Pandey Umumkan Meninggal karena Kanker Serviks, Ternyata ‘Prank’

Jakarta-

Aktris India Poonam Pandey membuat heboh setelah manajemennya memposting berita duka kematiannya di media sosial. Kabar meninggalnya Poonam Pandey diumumkan melalui akun Instagram pribadinya yang dikabarkan mengidap kanker serviks.

“Pagi ini sulit bagi kami. Dengan sangat sedih kami memberi tahu Anda bahwa kami telah kehilangan Poonam tercinta karena kanker serviks,” kata tim aktris tersebut dalam keterangan yang dirilis Jumat (2/2/2024) di media sosial. ).

Namun, sehari setelah postingan tersebut, Poonam menyampaikan kabar mengejutkan bahwa dia masih hidup dan bahwa kanker serviks “belum merenggut nyawanya”. Dalam postingan terbarunya, wanita berusia 32 tahun ini mengatakan bahwa dia melanjutkan upaya sebelumnya untuk meningkatkan kesadaran tentang skrining kanker serviks.

Dalam postingan terpisah, model tersebut juga mengakui kontroversi tersebut, dengan mengatakan bahwa dia sangat menghargai kekhawatiran bahwa berita kematiannya telah menyebar luas selama 24 jam terakhir. Poonam menambahkan, kurangnya kesadaran tentang kanker serviks mendorongnya mengambil langkah yang tidak biasa.

“Saya di sini, masih hidup. Kanker serviks tidak merenggut nyawa saya, namun sayangnya kanker ini telah merenggut nyawa ribuan wanita karena kurangnya pengetahuan tentang cara menangani penyakit ini,” ujarnya.

Dia kemudian mengutip janji pemerintah India untuk meningkatkan penggunaan skrining kanker serviks dan vaksinasi HPV. Hanya saja tindakan tersebut memicu kemarahan para pengikutnya dan komunitas medis yang mengatakan angka kematian akibat kanker serviks tidak boleh dianggap remeh dan hanya dijadikan sebagai aksi publisitas.

Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian pada wanita. Kanker serviks seringkali tidak menunjukkan gejala, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dan rendahnya tingkat kesembuhan.

Tonton video “Mitos atau Fakta: Mendengarkan Lagu Galau Sering Bikin Orang Sedih dan Depresi”:

(kna/su)

Awal Mula Wanita Bandung Usia 35 Kena Kanker Paru Stadium 4, Sempat Dikira TBC

Jakarta –

Kanker tidak hanya menyerang orang lanjut usia, namun juga kaum muda. Divina Saptarika, perempuan asal Bandung yang didiagnosis menderita kanker paru stadium 4 pada usia 35 tahun, mengalami pengalaman serupa.

Twina didiagnosis menderita kanker paru-paru pada tahun 2018 saat ia mengalami nyeri dada. Awalnya rasa sakit yang dirasakannya tidak terlalu parah, sehingga wanita berusia 40 tahun itu mengira mungkin karena kelelahan.

Twina mengatakan, rasa sakitnya biasanya hilang saat istirahat. Namun, setelah prosedur, rasa sakitnya menjadi semakin parah dan bahkan bertahan lebih lama. Alhasil, Twina memutuskan untuk segera ke rumah sakit.

“Saya mencari dokter keluarga dan ternyata dokter tersebut merujuk saya ke dokter paru. Saya tidak membayangkan apa yang terjadi pada paru-paru saya karena saya mengira nyeri di dada kiri itu ada hubungannya dengan jantung. Karena saya punya riwayat keluarga. penyakit jantung, kebetulan ibu saya terkena penyakit jantung,” ungkapnya. tambahnya pada konferensi pers Pahlawan Kanker Paru 2024, Senin (5/2/2024).

Saat itu, dokter memerintahkan fototoraks untuk melihat paru-paru Divina. Berdasarkan hasil, dokter menduga Twina mengidap TBC atau TBC. Twina menjalani perawatan selama kurang lebih satu setengah bulan.

Namun pengobatannya tidak efektif dan nyeri dada yang dialaminya semakin bertambah.

Lalu ketika saya sudah terkendali, seiring dengan berjalannya pengobatan TBC paru, rasa sakitnya akan hilang dan saya katakan kepada dokter, ‘Mengapa nyeri dada kiri saya semakin parah dan menetap,” lanjutnya.

“Kemudian karena pengobatan TBC paru, saya juga sakit perut. Saya akhirnya mengalami sesak napas dan mencari dokter paru lain untuk mendapatkan pendapat kedua, dan naluri saya menyuruh saya untuk berkonsultasi dengan dokter paru lain mengenai hal ini. “Payudara kiriku sakit,” katanya. Sekali lagi.

Karena kondisinya yang semakin parah, Duvina akhirnya mencari pendapat dari dokter spesialis paru lain. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, antara lain rontgen dada, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan lendir, Twina mengaku dokter mencurigai ada yang tidak beres pada paru-parunya.

Dokter kemudian memerintahkan pemeriksaan tambahan seperti CT scan dan biopsi pada trakea untuk melihat kondisi saluran paru Twina. Berdasarkan hasil, Twina didiagnosis menderita kanker paru stadium 4.

Seorang wanita berusia 40 tahun kemudian disarankan untuk menjalani kemoterapi. Awalnya Twina mengaku takut dengan efek sampingnya, namun berkat dorongan dan dukungan pasien kanker lainnya, akhirnya ia menjalani proses kemoterapi.

Alhamdulillah saya menjalani kemoterapi dan setelah kemoterapi ketiga nyeri dada hilang. Tapi saya harus menyelesaikan kemoterapi sebanyak 6 kali, saya menjalaninya, dan lama kelamaan berat badan saya bertambah hingga sekitar 10 kg, tambahnya.

Setelah kemoterapi dan berbagai pengobatan kanker yang ditargetkan, Twina mengaku kondisinya kini jauh lebih baik dan tidak lagi merasakan nyeri dada. Ia juga bisa rutin berolahraga, seperti berenang dan lain sebagainya.

“Saya bisa kembali beraktivitas. Alhamdulillah bisa latihan sampai sekarang,” lanjutnya.

Berikutnya: Perbedaan Gejala TBC dan Kanker Paru

(Kocok/Gna)